Saturday, June 30, 2012

Buffon Referensi Casillas


AFPKiper Spanyol, Iker Casillas.

KIEV, - Kiper Spanyol dan Real Madrid, Iker Casillas (31), mengatakan, dirinya dan banyak kiper lain menjadikan kiper Italia dan Juventus, Gianluigi Buffon (34), sebagai referensi.

"Ia adalah kiper luar biasa dan dalam usia 34 tahun ia masih merupakan salah satu yang terbaik. Aku sangat mengagumi dan menghormatinya," aku Casillas.

"Untuk kiper yang sedikit lebih muda darinya, ia adalah referensi. Ia menginspirasi kami dan kami ingin menjadi seperti dirinya," lanjutnya.

Casillas akan menjadi lawan idolanya itu pada final Piala Eropa 2012, di Olympic Stadium, Kiev, Minggu (1/7/2012). Keduanya akan sama-sama bermain sebagai kapten tim.

Sebelumnya, kedua kubu bertemu di fase Grup C, yang berakhir 1-1. Gol Italia saat itu diciptakan oleh Antonio Di Natale pada menit ke-61 dan gol Spanyol dicetak Cesc Fabregas pada menit ke-64.

Hingga babak semifinal, dengan mengabaikan adu penalti, hanya Di Natale-lah yang sanggup menaklukkan Casillas. Adapun Buffon sudah tiga kali memungut bola dari dalam gawangnya. Soal produktivitas gol, Spanyol sejauh ini telah mengemas delapan gol dan Italia membukukan enam gol.

"Italia adalah lawan berat yang akan menyulitkan kami," ulas Casillas.

Berikut ini adalah perjalanan Spanyol dan Italia sejak fase grup hingga semifinal Piala Eropa 2012.

Spanyol
10 Juni - Spanyol 1-1 Italia
14 Juni - Spanyol 4-0 Irlandia
18 Juni - Kroasia 0-1 Spanyol
23 Juni - Spanyol 2-0 Perancis
27 Juni - Portugal 0-0  Spanyol (Spanyol menang adu penalti 4-2)

Italia
10 Juni - Spanyol 1-1 Italia
14 Juni - Italia 1-1 Kroasia
18 Juni - Italia 2-0 Irlandia
24 Juni - Inggris 0-0 Italia (Italia menang adu penalti 4-2)
28 Juni - Jerman 1-2 Italia

 

Balotelli Minus, Balotelli Genius


AFP/GABRIEL BOUYSStriker Italia, Mario Balotelli.

WARSAWA, - Di sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa 2012, tidak ada pemain yang mendapat perlakuan rasialis sebanyak Mario Balotelli. Hampir di semua pertandingan Italia, pemain berkulit hitam itu dihina dengan teriakan pendukung tim lawan dengan suara menyerupai monyet.

Uniknya lagi, koran besar Italia, Gazzeta dello Sport, memajang kartun penyerang klub Manchester City itu sebagai kingkong yang berdiri di atas monumen jam besar Big Ben, London, sedang menepis bola. Kartun itu mungkin maksudnya positif, Balotelli bersama Italia berhasil memukul Inggris di babak delapan besar.

Namun, menjelang semifinal melawan Jerman, kartun itu diprotes banyak pembaca. Bahkan, agen Balotelli, Mino Raiola, menunjukkan kemarahan atas perlakuan koran itu. Kartun itu dinilai berbau rasialis. Padahal, pemuda berusia 21 tahun itu telah berjuang untuk negaranya selama bertahun-tahun. Gazzeta kemudian meminta maaf.

Tidak heran, ketika berhasil menjebol gawang Jerman untuk kedua kali pada partai semifinal kemarin, Balotelli membuat aksi nekat yang membuatnya diganjar kartu kuning. Dia membuka baju dan memperlihatkan dadanya dengan sikap seperti layaknya kingkong yang sedang marah.

Di pertandingan semifinal melawan Jerman, Kamis (28/6), pemilik tinggi badan 1,89 meter itu menjawab dengan prestasi gemilang. Mencetak dua gol ke gawang tim perkasa Jerman yang dikawal Manuel Neuer adalah luar biasa.

Dia juga menyelamatkan reputasi penyerang Eropa dengan memecah kemandulan pada dua pertandingan sebelumnya yang hanya mampu berakhir 0-0 sepanjang total 260 menit, hingga gol Balotelli bersarang di gawang Jerman. Malam itu, Balotelli memang luar biasa, sesuai julukannya, ”Super Mario”. Dia membawa Italia ke final sejak 2000.

Rekor 260 menit tanpa gol setelah perpanjangan waktu 120 menit merupakan salah satu rekor terlama sepanjang laga Piala Eropa. Rekor sebelumnya terjadi pada Piala Eropa 1996 yang diawali gol pemain Ceko, Vladimir Smicer, saat melawan Rusia.

Setelah itu, butuh waktu selama 262 menit baru tercipta gol lagi. Pada dua pertandingan sebelumnya, antara Perancis dan Belanda serta Inggris melawan Spanyol, berakhir imbang 0-0. Gol akhirnya pecah setelah Juergen Klinsmann mencetak gol dari titik putih saat Jerman melawan Kroasia di partai perempat final di Old Trafford, Inggris.

Balotelli adalah pribadi yang ”simpang siur”, bahkan cenderung menyebalkan. Tidak heran apabila dia sering mendapat hukuman dari wasit, dikeluarkan dari pertandingan. Soal profesionalisme pun dia masih angin- anginan. Dalam sebuah wawancara dengan majalah sepak bola Perancis, sebelum Piala Eropa 2012, dia mengatakan, masalah mencetak gol adalah soal kemauan semata.

”Ketika saya memutuskan untuk mencetak gol, saya pasti akan mencetak gol,” ujarnya. Masih dalam wawancara yang sama, dia dengan enteng mengatakan, ”Ya, saya pikir saya genius.”

Ada benarnya juga soal kegeniusan itu. Malam itu, Balotelli dua kali menunjukkannya. Pertama, dia menerobos operan Antonio Cassano dengan kepalanya yang dicukur seperti gaya Mohican meski dijaga ketat bek Jerman, Holger Badstuber.

Gol keduanya, Balotelli berhasil lepas dari jebakan off-side saat mengambil operan bola panjang Riccardo Montolivo. Dia menahan bola sebentar, dan... Neuer hanya bisa terpaku saat bola kerasnya merobek gawang. (AP/REUTERS)

 

Friday, June 29, 2012

Fabregas: Italia-Spanyol Layak Juara


AFPGelandang Spanyol, Cesc Fabregas.

KIEV, - Gelandang Spanyol, Cesc Fabregas, mengatakan timnya dan Italia adalah tim paling konsisten di Piala Eropa 2012 sejauh ini dan sama-sama layak menjadi juara. Ini berkaitan dengan bakal bertemunya kedua tim itu di final Piala Eropa 2012, di Kiev, 1 Juli mendatang.

Sebelumnya, kedua kubu bertemu pada pertandingan Grup C, 10 Juni lalu, yang berakhir imbang 1-1. Saat itu, sementara gol Italia dicetak Antonio Di Natale pada menit ke-64, gol Spanyol diciptakan Fabregas pada menit ke-64.

Pada semifinal, Spanyol menyingkirkan Portugal melalui adu penalti, Rabu (27/6/2012) dan Italia menang 2-1 atas Jerman, (Kamis (28/6/2012). Gol Italia ke gawang Jerman dicetak oleh Mario Balotelli.

"Mereka punya banyak pilihan di lini depan. Mereka memiliki pemain-pemain kuat seperti Balotelli dan pemain cerdas seperti Antonio Cassano. Di tengah, mereka punya pemain istimewa, seperti Claudio Marchisio dan Andrea Pirlo, yang tampil luar biasa di turnamen ini. Pertandingan final akan sengit," ujar Fabregas.

"Tim yang menang layak menjadi juara. Menurutku, kami adalah dua tim paling konsisten di turnamen ini," tambahnya.

Berikut ini adalah catatan perjalanan kedua kubu sejak fase grup hingga semifinal.
Italia

10 Juni 2012 - Spanyol 1-1 Italia
14 Juni 2012 - Italia 1-1 Kroasia
18 Juni 2012 - Italia 2-0 Irlandia
24 Juni 2012 - Inggris 0-0 Italia (Italia menang adu penalti 4-2)
28 Juni - Jerman 1-2 Italia

Spanyol
10 Juni 2012 - Spanyol 1-1 Italia
14 Juni 2012 - Spanyol 4-0 Irlandia
18 Juni 2012 - Kroasia 0-1 Spanyol
23 Juni 2012 - Spanyol 2-0 Perancis
27 Juni 2012 - Spanyol 0-0 Portugal (Spanyol menang adu penalti 4-2)

Thursday, June 28, 2012

Lahm: Kekalahan yang Pahit


PATRIK STOLLARZ / AFPReaksi kapten dan bek Jerman, Philipp Lahm, setelah timnya kalah 1-2 dari Italia di semifinal Euro 2012 di Stadion Nasional Warsawa, Kamis (28/6/2012).

WARSAWA, — Jerman resmi kalah 1-2 dari Italia di semifinal Euro 2012, Kamis atau Jumat (29/6/2012). Apa yang dirasakan kapten Philipp Lahm menyusul kegagalan kesekian kalinya di babak empat besar?

"Kekalahan yang sangat pahit, tapi itu kesalahan kami sendiri. Beberapa kesalahan yang tak biasanya telah kami buat," keluh Lahm yang dikutip UEFA.

Di babak kedua, masih dari bek Bayern Muenchen, Jerman melakukan segalanya, tetapi gol balasan datang terlalu terlambat.

"Kami punya beberapa peluang, tetapi terbuang percuma. Kami pun gagal meraih trofi juara," sambung Lahm.

Yang pasti, ia pun sangat respek dengan sang lawan.

"Italia memainkan taktik yang sempurna dalam pertandingan ini. Sementara kami sedikit kurang beruntung," lanjut Lahm.

Wednesday, June 27, 2012

Del Bosque: Portugal Luar Biasa, Spanyol Beruntung


AFPPelatih Spanyol, Vicente Del Bosque.

DONETSK, — Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque, mengatakan, Portugal tampil luar biasa dalam bertahan dan timnya beruntung menang atas mereka melalui adu penalti pada semifinal Piala Eropa, di Donbass Arena, Rabu (27/6/2012).

Adu penalti dilakukan karena skor 0-0 tak berubah hingga akhir babak tambahan. Spanyol memenangi adu penalti dengan skor 4-2.

Selama babak normal, Portugal menciptakan lebih banyak peluang, tetapi pada babak tambahan, ganti Spanyol yang lebih sering membahayakan gawang Portugal.

"Portugal sangat hebat ketika bertahan. Kami tak mendapatkan banyak peluang. Pertandingan sangat seimbang. Di babak tambahan, situasinya langsung berubah dan kemudian kami mendapatkan banyak keberuntungan di babak adu penalti. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Portugal karena mereka tampil luar biasa di turnamen ini," ujar Del Bosque.

"Kami tak hanya ingin bertahan. Kami juga ingin menyerang. Tentu, kami mengalami kemajuan dalam hal bertahan dan itu karena karakteristik pemain kami. Kami sangat gembira dengan hal itu dan itu akan membantu kami meraih sukses berikutnya," tuturnya.

Di final, Spanyol akan bertemu Jerman atau Italia, yang baru akan bertanding pada 28 Juni, di Stadion Nasional Warsawa. Pertandingan final akan digelar di Olympic Stadium, Kiev, 1 Juli mendatang.

Tuesday, June 26, 2012

Mandzukic Merapat ke Bayern


AFP/DIMITAR DILKOFFStriker Kroasia, Mario Madzukic.

MUENCHEN, - Penyerang VfL Wolfsburg, Mario Mandzukic, dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk bergabung bersama Bayern Muenchen musim depan. Kabar ini diketahui dari salah satu pesan singkat yang dikirimkan pemain asal Kroasia tersebut kepada salah satu rekannya di Wolfsburg.

"Sudah jelas dengan Bayern," demikian isi pesan singkat tersebut.

Seperti dilansir salah satu media Jerman, Bild, kedua kubu dikabarkan sepakat mengenai transfer Mandzukic dengan nilai 13 juta euro (sekitar Rp 153 Miliar). Dengan nilai tersebut, striker berusia 26 tahun itu akan berada di Allianz-Arena hingga 2015 mendatang.

Nama Mandzukic mencuat berkat penampilan apiknya bersama Kroasia di Piala Eropa tahun ini. Meski gagal lolos dari penyisihan Grup C, dia tampil gemilang ketika mencetak dua gol saat melawan Irlandia dan satu gol ketika berhadapan dengan Italia.

Di level klub, sejak didatangkan dari Dinamo Zagreb pada 2010, Mandzukic pun tampil lumayan bersama Wolfsburg. Pemain berpostur 186 sentimeter itu telah mengoleksi 20 gol dari total 56 penampilannya selama dua tahun membela "Die Woelfe" di Bundesliga.

 

Monday, June 25, 2012

Inggris Kalah dengan Tegak


AFPEkspresi kapten Inggris, Steven Gerrard, setelah timnya dikalahkan Italia melalui adu penalti, di perempat final Piala Eropa, di Kiev, Minggu (24/6/2012).

- Kekalahan dari Italia 2-4 lewat adu penalti membuat Inggris masygul, apalagi itu terjadi di tengah mekarnya kepercayaan publik menyusul pembuktian anak-anak asuhan Roy Hodgson. Namun, atas dasar itu pula publik di Inggris tidak memberi tekanan terlampau besar kepada pasukan ”The Three Lions”.

Dua media Inggris, The Sun dan The Guardian, bahkan tidak menulis kekalahan Inggris dengan skor 2-4 di kepala berita. The Sun dan The Guardian dalam laman internet mereka lebih memilih untuk menggunakan judul, Inggris 0- Italia 0 dan Inggris 0-0 Italia. Baru pada bagian subjudul mereka menjelaskan soal skor 2-4 lewat adu penalti yang menyesakkan itu.

Relatif ramahnya perlakuan media Inggris kepada tim nasional mereka karena adanya beragam masalah yang merundung sebelumnya. Pencopotan ban kapten John Terry dan pengunduran diri pelatih Fabio Capello adalah beberapa di antara yang menonjol.

Ketika Roy Hodgson ditunjuk menukangi Inggris Mei lalu, publik masih lebih memercayai Harry Redknapp. Popularitas mantan arsitek Tottenham Hotspur itu cenderung berada di atas Hodgson. Namun, kemampuan menangani tim nasional sepak bola tidak melulu terkait popularitas. Hodgson yang pragmatis membawa Inggris mengimbangi Perancis plus mengalahkan Swedia dan Ukraina.

Bersama Hodgson, Inggris mulai kembali kepada pola serangan dengan tetap mengandalkan ketatnya pertahanan. Dia memilih para pemain muda yang keras kepala berambisi menang.

Kelihaian ini terlihat ketika Hodgson memilih bek seperti Glen Johnson atau John Terry dan penyerang Danny Welbeck. Mereka pun membuktikan kepercayaan Hodgson.

Padahal, beragam masalah dalam tim sepeninggal Capello menempatkan Hodgson dalam posisi yang sangat membingungkan. Beruntung Hodgson menjawab keraguan itu.

Lolosnya Inggris hingga perempat final merupakan pencapaian berlebih di luar harapan. Namun, dominasi Italia atas rekor tujuh kali pertemuan mereka tetap belum terpecahkan.

Hingga kini Italia lima kali menang, sekali imbang, dan hanya satu kali takluk. Bekas Pelatih Inggris Graham Taylor mengatakan, buruknya rekor itu tak lepas dari keterbatasan formasi 4-4-2 yang diandalkan Hodgson.

Inggris perlu segera mengubah cara bertanding untuk memperbaiki penampilan selanjutnya. ”Ini tentang gaya bermain,” kata Taylor.

Dengan penguasaan bola yang jauh lebih rendah ketimbang Italia, yakni hanya 36 persen berbanding 64 persen, Inggris kekurangan pemain dengan teknik di atas rata-rata.

Total passing Italia 815 kali berbanding 320 passing tim Inggris menggambarkan kelemahan itu. Redknapp mengatakan, kondisi itu disebabkan Inggris minus pemain berkemampuan seperti Andrea Pirlo.

”Adanya Pirlo di tim lawan menjadi sulit bagi pemain kami menciptakan dampak bagi permainan,” kata Redknapp.
Mantan striker Inggris, Michael Owen, mendesak perubahan sistem pelatihan pemain muda sejak di tingkat paling dasar. Dia meragukan Inggris punya pemain sekaliber Pirlo.

”Jika kamu bukan tim terbaik, kamu harus menemukan metode alternatif agar meraih kemenangan. Pilihan lain ialah melupakan kekalahan untuk sementara dan mulai dengan gaya bermain yang berbeda,” ujar Owen lugas.
(AFP/REUTERS/INK)

Sunday, June 24, 2012

Prandelli: Italia Layak Menang!


GIUSEPPE CACACE / AFPPelatih Italia Cesare Prandelli (kiri) berdiskusi dengan kiper dan kapten Gianluigi Buffon jelang adu penalti melawan Inggris di Stadion Olimpiade Kyiv, Minggu (24/6/2012).

KYIV, - Italia melangkah ke semifinal setelah menyikat Inggris 4-2 lewat drama adu penalti, Minggu atau Senin (25/6/2012). Pelatih Cesare Prandelli mengklaim itu adalah kemenangan yang sepantasnya diterima Italia.

"Kami bermain bagus dan pantas menang. Kami bermain lebih sabar dan mengkreasi sejumlah peluang. Saat adu penalti, Anda memang butuh sedikit keberuntungan," cetus Prandelli yang dilansir Football Italia.

Seperti komentarnya yang lalu, eks Pelatih Fiorentina itu memuji skuadnya bermain dengan hati dan karakter yang sebenarnya.

"Mereka layak dipuji, terutama untuk spirit yang mereka pertontonkan. Ide-ide mereka pun sukses mengatasi tim yang telah mempersulit kami," lanjut Prandelli.

Jerman akan jadi lawan Italia berikutnya. Semuanya sudah ada di benak Prandelli.

"Jerman tentu saja yang lebih difavoritkan. Tapi, tunggulah barang sepuluh menit untuk menikmati kemenangan ini, baru kita bicara tentang Jerman," kata Prandelli. Diplomatis.

 

Saturday, June 23, 2012

Kostum Ribery pun Jadi Korban


FRANCK FIFE / AFPGelandang Perancis Franck Ribery meninggalkan lapangan setelah timnya kalah 0-2 dari Spanyol dalam perempat final Euro 2012 di Stadion Donbass Arena, Donetsk, Sabtu (23/6/2012).

DONESTK, - Ada kejadian yang menarik pada pertandingan perempat final antara Spanyol melawan Perancis di Donbass Arena, Sabtu atau Minggu (24/6/2012) dini hari WIB.

Pertandingan itu memang berjalan sengit. Bahkan, pemain kedua tim bahkan kerap terlibat permainan keras demi merebut tiket semifinal. Franck Ribery menjadi pemain "Les Bleus" yang tampil sangat agresif pada pertandingan tadi. Beberapa kali aksi spartan gelandang Bayern Muenchen cukup merepotkan barisan pertahanan  Spanyol.

Tak ayal, Ribery mendapatkan perlawanan keras dari Sergio Ramos dan kawan-kawan untuk menghentikan lajunya. Alhasil, Ribery "kehilangan" kostum timnya pada babak pertama.

Kaus putihnya sobek lebar di bawah ketiaknya. Kemudian, dia menggantinya di pinggir lapangan. Lucunya, Ribery terlihat kesulitan mengenakan kaus cadangannya.

Seorang asisten berusaha membantunya. Akhirnya, Ribery memilih mengenakan kausnya sendiri karena kesal kostum itu sulit masuk ke kepalanya.

Sobeknya kaus Ribery cukup mengherankan. Produk ternama aparel "Negeri Paman Sam" selaku produsen kaus beberapa tim kontestan Piala Eropa 2012 --termasuk Perancis-- sebelumnya telah merancang atribut utama pesepak bola dengan teknologi tinggi

 

Friday, June 22, 2012

Pelatih Guinea Belum Digaji Setengah Tahun


DaylifeMICHEL DUSSUYER (Pelatih Guinea): Gajinya ditunggak enam bulan.

ONAKRY, - Pelatih Republik Guinea, Michel Dussuyer, mengkritik Federasi Sepak Bola Guinea setelah menunggak gajinya selama enam bulan.

"Kami tidak gajian selama enam bulan dan tidak ada yang memberitahu mengapa gaji kami tidak dibayar. Saya mendengar Menteri Keuangan tidak menyetuji kontrak saya diperbarui dan tidak ada satu pun orang yang memberi tahu saya alasannya," ungkap Dussuyer.

Meski begitu, Dussuyer menyatakan akan tetap profesional untuk menangani timnya.

"Saya tidak ingin persoalan gaji memperburuk suasana tim yang sebelumnya sudah menyedihkan," tegas pelatih asal Perancis tersebut.

Kasus yang dialami Dussuyer juga terjadi di Indonesia. Beberapa klub baik yang berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) menunggak gaji pemainnya hingga berbulan-bulan. (SW)

Duel Prajurit "Der Panzer" Vs "Ethniki" (1)


AFP PHOTO/ ARIS MESSINISPara pemain tim nasional Jerman melakukan pemanasan dalam sesi latihan di Stadion PGE Arena di Gdansk, Kamis (21/6/2012). Jerman akan berhadapan dengan Yunani di babak perempat final Piala Eropa 2012.

- Berikut adalah profil bintang-bintang Jerman yang patut disimak jelang laga perempat final Piala Eropa 2012 melawan Yunani, Jumat (22/6/2012), di Stadion PGE Arena Gdansk, Polandia.

Manuel Neuer
Tidak sedikit pun bola melalui garis gawangnya saat penyerang-penyerang Portugal mencoba kemampuannya. Pada dua laga berikutnya, saat menghadapi Belanda dan Denmark, Manuel Neuer hanya kecolongan satu gol.

Kiper Bayern Muenchen berumur 26 tahun ini andalan ”Der Panzer” di bawah mistar gawang. Kepercayaan diri memenuhi pemain berpostur 193 sentimeter dan bobot 93 kilogram itu menyusul serangkaian penampilan bagusnya.

Ia juga piawai mengeblok tendangan penalti. Seperti diperlihatkannya bersama Muenchen saat menjegal Real Madrid ke final Liga Champions.


Jerome Boateng
Akselerasi Jerome Boateng adalah rahasia Jerman di lini belakang. Respons cepat pemain berusia 23 tahun itu menggagalkan setiap serangan sehingga menjadi beban berat setiap penyerang lawan.

Inilah yang membuat bomber-bomber Portugal dan Belanda mati kutu di penyisihan Grup B. Masing-masing satu kartu kuning saat menghadapi Portugal dan Belanda membuatnya absen ketika Jerman melumat Denmark.

Kini Boateng sudah kembali. Juru cetak gol Yunani perlu menularkan kemampuan serangnya kepada 10 pemain lain sebelum berupaya menembus bek kanan Bayern Muenchen ini.


Sami Khedira
Sami Khedira adalah paket lengkap Jerman di lini tengah. Gelandang berumur 25 tahun ini mendedikasikan energinya untuk mematahkan serangan dan mengejar peluang mencetak gol.

Pemain Real Madrid ini juga piawai memecah kebuntuan. Mario Gomez membuktikan itu saat pasokan bola baginya seret ketika menghadapi Portugal.

Khedira menjelajahi lebar lapangan dan mengirim umpan sayap yang cantik. Tandukan Gomez mengubahnya jadi gol.

Bersama Bastian Schweinsteiger dan Mesut Oezil, Khedira akan mengacak-acak intisari pasukan Yunani.


Lukas Podolski
Lukas Podolski tengah dipenuhi motivasi tinggi. Ia baru saja merayakan golnya yang ke-100 bersama Jerman ketika ”Der Panzer” mengubur impian Denmark ke perempat final.

Dengan satu gol yang dilesakkan sepanjang tiga kali penampilan, Podolski tentu bernafsu mengejar perolehan Mario Gomez yang sudah mengemas tiga gol.

Penampilannya selalu memperkuat kecepatan serangan Jerman. Kerap beroperasi di sayap kiri, Podolski menjadi ancaman sesungguhnya lini bertahan Yunani. Kegesitan pemain berusia 27 tahun dengan tinggi badan 182 sentimeter itu bakal menambah kengerian lawan. (INK)

Thursday, June 21, 2012

Duel Prajurit "Der Panzer" Vs "Ethniki" (2)


AFP PHOTO/ ARIS MESSINISPemain belakang tim nasional Yunani, Kyriakos Papadopoulos (kanan) dan penyerang Fanis Gekas dalam sei latihan di Stadion Municipal di Legionowo, Rabu (20/6/2012). Yunani akan berhadapan dengan Jerman dalam babak perempat final Piala Eropa 2012 di Stadion PGE Arena Gdansk, Polandia, Jumat (22/6/2012).

- Berikut adalah profil bintang-bintang tim nasional Yunani yang patut disimak jelang laga perempat final Piala Eropa 2012 melawan Jerman, Jumat (22/6/2012), di Stadion PGE Arena Gdansk, Polandia.

Michalis Sifakis
Kesempatan itu datang bagi Michalis Sifakis saat Yunani menghadapi Ceko. Ia masuk pada menit ke-23 menggantikan Kostas Chalkias yang mengalami cedera paha.

Sifakis yang bermain untuk klub Aris Thessaloniki membuktikan ia layak di posisi itu. Ia juga yang menjaga gawang Yunani tidak bobol saat menghadapi Rusia di laga terakhir Grup A dan memastikan langkah ke perempat final.

Kiper dengan bobot 79 kilogram dan postur 189 sentimeter itu masih akan menunjukkan performa terbaiknya. Sejauh ini ia masih dipicu motivasi besar menunjukkan kelebihannya dibandingkan dengan Chalkias.


Kyriakos Papadopoulos
Fondasi ekonomi Yunani terbukti keropos. Namun, Kyriakos Papadopoulos adalah kekuatan dasar ”The Pirate Ship” di lini belakang.

Perannya di jantung pertahanan Yunani dimulai saat menggantikan Avraam Papadopoulos yang cedera saat menghadapi Polandia. Sejak itu Kyriakos membuktikan kualitas sebagai pemain bertahan yang tak peduli siapa pun lawan.

Ia menjaga, mencegat, dan menekel tanpa ampun. Pemain Schalke 04 berumur 20 tahun ini seolah tak paham kata takut. Dukungan ribuan suporter lawan dianggapnya angin lalu. Namun, Kyriakos punya kelemahan di pangkal paha. Cedera sejak April yang kerap mendera.


Grigoris Makos
Grigoris Makos masuk pada menit ke-67 menggantikan Giorgos Karagounis saat Yunani menghadapi Rusia. Gelandang bertahan milik AEK Athens ini lalu menunjukkan stabilitasnya mematahkan gempuran ”Beruang Merah”.

Total baru 23 menit ia membela ”The Pirate Ship” di Piala Eropa 2012. Namun, sepertinya ia bakal kembali memanggul tugas berat menggantikan Karagounis.

Ini menyusul sanksi larangan bertanding menyusul akumulasi kartu kuning yang diterima kapten Yunani itu. Tugas berat pemain berumur 25 tahun itu masih ditambah dengan cedera kaki yang membayangi.


Dimitris Salpingidis
Dimitris Salpingidis adalah peluru berbahaya ketika Yunani menyerang balik melalui sayap kanan, sekalipun Fernando Santos kerap mempercayainya beroperasi dari tengah.

Ia baru mengemas satu gol. Itu dicetaknya sebagai pemain pengganti ketika Yunani menghadapi Polandia.

Namun, striker berumur 30 tahun ini juga kerap turun membantu pertahanan. Semangatnya di lini belakang nyaris seimbang dengan nafsunya mencetak gol.

Akan tetapi, kegesitan tukang gedor ini dihantui cedera paha yang sempat dialaminya ketika berlatih pada akhir Mei lalu. (INK)

Wednesday, June 20, 2012

Dengan Rp 300 M, City Bidik Bek Liverpool


AFPPelatih Manchester City, Roberto Mancini.

MANCHESTER, — Setelah gagal mendaratkan Thiago Silva dari AC Milan, Manchester City mengalihkan target ke dalam negeri. Martin Skrtel disasar dan tugas pertama Pelatih Liverpool Brendan Rodgers adalah menahan godaan "The Citizens" senilai 20 juta pounds (sekitar Rp 300 miliar).

Setelah mendapatkan kabar baik dengan sumpah setia Daniel Agger, hari yang indah bagi Rodgers berpotensi menghilang setelah The Mirror memberitakan rumor dari Manchester.

Roberto Mancini kabarnya tertarik untuk mendaratkan partner Agger di lini belakang "The Reds", Skrtel.

Kabar itu tentu saja langsung membuat Rodgers memasang kewaspadaan penuh. Ia akan segera menemui bek andal dari Slowakia itu dan merayunya agar tetap tinggal di Anfield.

Skrtel sendiri tengah berbulan madu setelah melangsungkan pernikahannya pada akhir pekan lalu.

Mancini terpaksa mengalihkan target kepada Skrtel karena sasaran utamanya, Silva, tak bakal dilepas Milan. Presiden klub Silvio Berlusconi sendiri yang melabeli bek Brasil itu dengan status tak dijual.

Tuesday, June 19, 2012

Dikalahkan Swedia, Perancis Tak Sabar Lawan Spanyol


FRANCK FIFE / AFPSelebrasi tim nasional Swedia usai membungkam Perancis 2-0 dalam laga penutup Grup D di Stadion Olimpiyskiy Kyiv, Selasa atau Rabu (20/6/2012) dinihari WIB.

KYIV, - Gelandang Perancis, Yann M'Villa, berharap timnya bisa bangkit menyusul kekalahan 0-2 dari Swedia dalam laga penutup Grup D, Selasa atau Rabu (20/6/2012) dinihari WIB. Gelandang Montpellier itu tak membantah "Blagult" lebih kuat ketimbang "Les Bleus".

"Kami melawan tim yang jauh lebih kuat dari kami," jelas M'Vila.

Dalam laga tersebut, Perancis keteteran dengan permainan spartan Swedia. Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan tampil begitu agresif meski telah memastikan angkat koper.

Hasilnya, Zlatan Ibrahomovic (menit ke-54) dan Sebastian Larsson (90+1) membobol gawang Hugo Lloris. Itu menjadi kekalahan pertama bagi "Tim Ayam Jantan" dalam 24 pertandingan terakhir.

Meski kalah, Samir Nasri dan kawan-kawan tetap lolos ke babak perempat final sebagai runner-up Grup D. Di babak delapan besar, Perancis telah ditunggu Spanyol di Donbass Arena pada 23 Juni mendatang.

"Kami akan melawan Spanyol, sang Juara Dunia dan Kampiun Eropa. Kami percaya dapat melangkah lebih jauh dalam kompetisi ini," bebernya. (SKY)

 

Monday, June 18, 2012

Gerrard: Rooney Tak Sabar Turun Gelanggang


CARL DE SOUZA / AFPBomber Inggris Wayne Rooney menjalani sesi latihan bersama timnya di Stadion Olimpiade Kyiv, Kamis (14/6/2012).

DONETSK, — Kapten Inggris, Steven Gerrard, memperingatkan lawan terakhirnya, Ukraina, jika striker andalan "The Three Lions" siap "dilepas dari kandangnya", Selasa (19/6/2012). Benar, Wayne Rooney sudah tak sabar ingin turun gelanggang setelah masa skorsing dua pertandingannya selesai.

"Setiap orang tahu siapa Wayne Rooney. Ia akan menjadi ancaman tersendiri (bagi lawan) di lini depan kami," sebut Gerrard yang dilansir AFP.

"Stevie G"—julukan Gerrard—mengaku dekat dengan Rooney. Itu sebabnya ia bisa bilang seperti itu.

"Ia pemain kelas dunia. Aku akrab dengannya dan aku dapat melihat di matanya ia tak sabar ingin turun gelanggang," lanjut gelandang yang juga skipper Liverpool itu.

Gerrard tak mau memanas-manasi, tetapi ia memiliki alasan mengapa berkata demikian.

"Kami membutuhkan Rooney di lapangan. Ia tahu itu. Ia juga menyesali tindakannya tahun lalu. Aku yakin ia akan berperilaku lebih baik dan menampilkan performa terbaiknya bagi tim," ujar Gerrard.

Sebelumnya, Roy Hodgson berjanji akan menurunkan Rooney dalam pertandingan terakhir Grup C di Stadion Donbass Arena. Rencananya, striker Manchester United itu akan mengisi posisi Andy Carroll atau Danny Welbeck.

Sudah sepantasnya Ukraina waspada. Ekstrawaspada.

Sunday, June 17, 2012

Van der Sar: Belanda Bermasalah sejak Awal


ARY WIBOWOMantan kiper timnas Belanda dan Manchester United, Edwin Van Der Sar, saat jumpa pers kunjungannya ke Jakarta, Sabtu (16/6/2012) malam.

JAKARTA, — Legenda sepak bola Belanda, Edwin van der Sar, mengaku terkejut tim nasional negerinya tersingkir di fase grup Piala Eropa 2012. Menurutnya, hasil itu dipengaruhi masalah-masalah sebelum putaran final.

Belanda mengakhiri fase grup sebagai juru kunci Grup B Piala Eropa 2012 dengan nilai nol, hasil kekalahan 0-1 dari Denmark (9/6/2012), 1-2 dari Jerman (13/6/2012), dan 1-2 dari Portugal (17/6/2012).

Sebelum pertandingan Belanda-Portugal, Van der Sar mengatakan, timnas negerinya hampir tidak mungkin masuk perempat final, mengingat untuk masuk perempat final Belanda harus menang setidaknya 2-0 dan pada laga lain, Jerman menang atas Denmark.

"Saya terkejut. Kami sudah melihat ada masalah sebelum (Piala Eropa) ini. Masalah tampak pada persiapan untuk turnamen ini. Satu atau dua pemain kami tak bisa tampil dan beberapa pemain (yang masuk timnas) baru pulih dari cedera. Kemudian, selama turnamen, beberapa bagian dari tim tidak bekerja sama," ujar Van der Sar kepada RCTI, Senin (18/6/2012) dini hari WIB.

"Ini hasil yang mengecewakan, setelah pencapaian kami beberapa tahun terakhir ini. Saya pikir kiper Maarten Stekelenburg bermain dengan baik, tetapi performa keseluruhan di babak kedua di bawah harapan," tambahnya.

Setelah bermain pada laga melawan Denmark dan Jerman, kapten Mark van Bommel dicadangkan pada laga melawan Portugal. Menurut Van der Sar, itu mungkin adalah karier internasional Van Bommel.

"Saya pikir, ini adalah akhir perjalanan Mark van Bommel di tim nasional. Akan ada satu perubahan di tim nasional," ulas Van der Sar.

Melawan Portugal, Belanda unggul lebih dulu melalui Rafael van der Vaart pada menit ke-11. Portugal membalas itu dengan dua gol dari Cristiano Ronaldo (menit ke-28 dan ke-74).

Saturday, June 16, 2012

Mengapa Rusia Tersingkir?


NATALIA KOLESNIKOVA / AFPGelandang Yunani Kostas Katsouranis (kiri) merayakan kemenangan atas Rusia yang membuat timnya melaju ke babak perempat final Euro 2012. Di sebelahnya, bomber Rusia Pavel Pogrebnyak berjalan gontai di Stadion Nasional, Warsaw, Sabtu (17/6/2012).

- Banyak yang bertanya mengapa Rusia sampai tersingkir dan Republik Ceko yang harus lolos dengan perbedaan gol negatif. Ingin tahu jawabannya?

Sebelum laga terakhir Grup A dimulai, Sabtu atau Minggu (17/6/2012), situasinya adalah:

1. Rusia
Main: 2
Poin: 4
Gol memasukkan - kemasukan: 5-2
Beda gol: +3

2. Ceko
Main: 2
Poin: 3
Gol memasukkan - kemasukan: 3-5
Beda gol: -2

3. Polandia
Main: 2
Poin: 2
Gol memasukkan - kemasukan: 2-2
Beda gol: 0

4. Yunani
Main: 2
Poin: 1
Gol memasukkan - kemasukan: 2-3
Beda gol: -1

Setelah babak pertama:
Ceko 0-0 Polandia
Yunani 1-0 Kroasia

Ada tiga tim yang memiliki nilai sama-sama empat angka. Karena itu hitungan siapa yang lolos mengacu pada tiga tim itu, tanpa melibatkan Polandia.

1. Rusia
Main: 2
Poin: 3
Gol memasukkan - kemasukan: 4-2
Beda gol: +2

2. Yunani
Main: 2
Poin: 3
Gol memasukkan - kemasukan: 2-2
Beda gol: 0

3. Ceko
Main: 2
Poin: 3
Gol memasukkan - kemasukan: 3-5
Beda gol: -2

Yunani meski mengalahkan Rusia harus puas duduk sebagai runner-up karena kalah selisih gol. Tim "Beruang Merah" menabung kemenangan telak 4-1 atas Ceko di laga perdana.

Hasil akhir:
Ceko 1-0 Polandia
Yunani 1-0 Rusia

Klasemen akhir
1. Ceko
Main: 3
Poin: 6
Gol memasukkan - kemasukan: 4-5
Beda gol: -1

2. Yunani
Main: 3
Poin: 4
Gol memasukkan - kemasukan: 3-3
Beda gol: 0

3. Rusia
Main: 3
Poin: 4
Gol memasukkan - kemasukan: 5-3
Beda gol: +2

4. Polandia
Main: 3
Poin: 2
Gol memasukkan - kemasukan: 2-3
Beda gol: -1

Dengan komposisi di atas, aturan UEFA diaplikasikan untuk Rusia dan Yunani. Secara otomatis hasil akhir pertandingan pamungkas Grup A antara keduanya (head-to-head) berlaku. Yunani lolos ke perempat final dan Rusia harus angkat kaki dari Euro 2012.

 

Pemain Portugal Harus Percaya Diri


AFPBek Portugal Pepe (kanan) bersama rekan-rekannya merayakan gol Helder Postiga ke gawang Denmark di Stadion Arena Lviv, Ukraina, Rabu (13/6/2012).

KHARKIV, - Portugal telah membuktikan diri mampu bangkit di laga kedua dengan menundukan Denmark 3-2 setelah kalah 0-1 dari Jerman di laga pertama Grup B Piala Eropa 2012. Kebangkitan itu merupakan peluang besar bagi Portugal untuk lolos ke perempat final dengan mengalahkan Belanda. Para pemain Portugal diminta oleh pelatih Paulo Bento untuk percaya pada peluang yang dimiliki dan memperjuangkanya menjadi kenyataan.

Belanda tetap harus dihormati sebagai tim tangguh meskipun dua kali kalah. Mereka memiliki karakter permainan yang bagus, dan bisa sangat berbahaya. Belanda akan menyerang sejak awal untuk menjaga peluang lolos ke perempat final.

Portugal harus menang melawan Belanda dengan selisih gol lebih baik dibandingkan Denmark jika Tim Dinamit mampu mengalahkan Jerman, supaya lolos ke perempat final. Portugal akan melawan Belanda di Stadion Metalist Kharkiv, Ukraina, Senin (18/6/2012) dinihari WIB. Di saat yang bersamaan, Denmark menantang Jerman di Stadion Lviv Arena.

"Saya telah di sepak bola selama 26 tahun dan delapan tahun melatih. Jika saya tidak percaya pada kesempatan dan peluang, kami tidak akan ada di sini," ujar Bento dalam konferensi pers di Stadion Kharkiv, Sabtu (16/6), seperti dilaporkan wartawan Agung Setyahadi.

Ia menegaskan, tidak ada motivasi selain memenangi pertandingan. "Karena itu, kami harus percaya kami akan mencapai target. Kami harus percaya pada strategi, organisasi permainan dan percaya diri. Kami percaya besok akan menuai hasil bagus," ujar Bento.

Bento menilai, Belanda tetap harus dihormati sebagai tim tangguh meskipun dua kali kalah. Mereka memiliki karakter permainan yang bagus, dan bisa sangat berbahaya. Belanda akan menyerang sejak awal untuk menjaga peluang lolos ke perempat final.

"Kemenangan akan sangat tergantung pada tekad dan usaha kami. Jika kalah, berarti tekad dan perjuangan lawan sangat besar. Kami perlu melanjutkan tekad kami dalam dua pertandingan yang lalu, dan siap berkorban," ujar Bento.

Mantan pelatih Sporting Lisbon itu menegaskan, Portugal juga tidak bisa terus menerus mengandalkan serangan balik. Para pemain harus yakin bahwa mereka memiliki kekuatan dalam menyerang. Portugal harus berusaha menguasai bola dan mengendalikan permainan, karena Belanda memiliki karakter senang menguasai bola dan menekan lawan dengan cepat.

Friday, June 15, 2012

Takluk dari Inggris, Swedia Angkat Koper


CARL DE SOUZA / AFPDanny Welbeck merayakan gol penentu kemenangan Inggris atas Swedia di penyisihan Grup D Piala Eropa 2012, 15 Juni 2012.

KYIV, — Inggris sukses meraih kemenangan perdana di Piala Eropa 2012 setelah menjungkalkan Swedia 3-2, Jumat atau Sabtu (16/6/2012) dini hari WIB di Stadion NSK Olympic, Kyiv.

Inggris tampil cukup percaya diri sejak awal babak pertama. Lini tengah "The Three Lions" terlihat lebih unggul ketimbang para gelandang Swedia. Alhasil, aliran bola ke lini depan Inggris lebih bervariasi.

Kesempatan pertama hadir pada menit ke-7. Sebuah sepakan jarak jauh gelandang Scott Parker membuat kiper Swedia, Andreas Isaksson, terkejut. Beruntung, Isaksson masih mampu mengamankan gawangnya dari peluang Parker.

Inggris semakin percaya diri membangun serangan. Dua menit setelah peluang Parker, pasukan Roy Hodgson mendapatkan kesempatan unggul. Namun sayangnya, tembakan Danny Welbeck masih bisa diblok para pemain bertahan Swedia.

Gol yang dinanti Inggris akhirnya hadir pada menit ke-23. Kolaborasi dua pemain Liverpool, Steven Gerrard dan Andy Carroll, menjadi pemecah kebuntuan Inggris. Umpan silang Gerrard disambut sundulan keras Carroll yang tak mampu diselamatkan Isaksson. Carroll pun sukses memberikan kepercayaan yang diberikan Hodgson saat tampil sebagai pemain inti.

Tak ingin terus ditekan, Swedia mencoba menembus daerah pertahanan Inggris yang dikomandoi John Terry dan Joleon Lescott. Namun, kali ini usaha Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-33 masih jauh dari sasaran. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Inggris.

Pertandingan berlangsung lebih menarik setelah turun minum. Terbukti, Swedia langsung tampil menyerang saat peluit babak kedua dibunyikan.

Hasilnya langsung terlihat empat menit kemudian. Dari sebuah tendangan bebas Ibrahimovic yang membentur pagar betis, bola kembali memantul kepadanya yang langsung mengirimkan umpan akrobatik kepada Olof Mellberg. Sepakan Mellberg sempat berhasil diblok oleh Hart. Namun, malang bagi Glen Johnson, bola tepisan Hart malah mengenai badannya dan mengarah masuk ke gawang Inggris. Skor kembali imbang 1-1 untuk kedua tim.

Gol penyeimbang itu semakin melecut semangat Ibrahimovic dan kawan-kawan. Memasuki menit ke-59, Swedia malah berbalik unggul. Dari sebuah umpan tendangan bebas Sebastian Larsson, bola mampu ditanduk Mellberg yang tanpa pengawalan berarti, Hart hanya bisa terperangah melihat gawangnya bobol untuk kedua kalinya.

Merasa daya gedor Inggris mengendur, Hodgson memainkan Theo Walcott untuk menggantikan James Milner pada menit ke-61. Keputusan Hodgson terbukti jitu. Baru tiga menit masuk ke lapangan, sebuah kesempatan pertama Walcott langsung berbuah hasil. Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti menghunjam jala Isaksson untuk membuat skor kembali imbang 2-2.

Masuknya Walcott memang berpengaruh banyak terhadap permainan Inggris. Memasuki menit ke-78, Inggris memastikan kemenangan 3-2 atas Swedia. Akselerasi Walcott dari sisi kiri pertahanan Swedia diteruskan umpan silang ke depan mulut gawang Isaksson. Di sana, sudah berdiri Welbeck yang sigap menyambut umpan Walcott dengan sentuhan tumitnya.

Kesempatan Swedia untuk menyamakan skor gagal terwujud saat wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan. Kemenangan itu membawa Inggris duduk di peringkat kedua Grup D dengan 4 poin. Inggris hanya kalah selisih gol dari Perancis yang menang atas Ukraina. Sementara bagi Swedia, hasil negatif tersebut membuatnya menjadi tim kedua yang tersingkir di ajang ini setelah Irlandia.

Susunan pemain:
Swedia (4-4-2):
Isaksson; Mellberg, Granqvist (Lustig 66), J. Olsson, M. Olsson; Larsson, Elm (Wilhemsson 81), Svensson, Kallstrom; Ibrahimovic, Elmander (Rosenberg 79)
Cadangan: Wiland, Hansson, Antonsson, Safari, Wernbloom, Holmén, Bajrami, Hysén, Toivonen,


Inggris (4-4-2): Hart; Johnson, Terry, Lescott, Cole; Milner (Walcott 61), Gerrard, Parker, Young; Welbeck (Oxlade-Chamberlain 90), Carroll
Cadangan: Green, Butland, Kelly, Baines, Jones, Jagielka, Henderson, Downing, Defoe


Wasit: Damir Skomina (Slovenia)

Thursday, June 14, 2012

Drogba, Pemain Terbaik Pantai Gading 2012


AFPPenyerang Pantai Gading, Didier Drogba, dalam sesi latihan, di Abidjan, 31 Mei 2012.

ACCRA, — Penyerang Chelsea, Didier Drogba, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pantai Gading 2012. Bomber berusia 34 tahun itu mengalahkan pemain Manchester City, Yaya Toure, dan striker Levante, Arouna Kone, dalam sebuah polling yang dilakukan jurnalis olahraga dan pengguna internet di negara itu.

Dalam jajak pendapat itu, Drogba meraih 110 suara dari para jurnalis dan 17.863 suara (37,69 persen) dari para pengguna internet. Sementara Yaya Toure berada di posisi kedua dengan 30,16 persen dan diikuti Kone dengan perolehan suara 12,29 persen.

Salah satu alasan terpilihnya Drogba karena dinilai berperan penting membawa negaranya lolos ke final Piala Afrika 2012 lalu. Meski gagal mengeksekusi penalti dan kalah dari Zambia lewat adu penalti, peran Drogba selama turnamen itu dinilai cukup besar.

Selain itu, Drogba juga menjadi pemain kunci kesuksesan Chelsea meraih gelar Liga Champions 2012. Bahkan, ia mencetak satu gol penting di menit-menit akhir yang memaksa Bayern Muenchen memainkan babak tambahan dan adu penalti. Lagi-lagi, "The Drog"—julukannya—menjadi penentu kemenangan "The Blues" dalam adu sepak 12 pas.

Penghargaan Pemain Terbaik Pantai Gading adalah yang kedua bagi Drogba. Ia pernah mendapatkannya pada 2007 lalu. Adapun para pemain terbaik sebelumnya adalah Kolo Toure (2006), Drogba (2007), Yaya Toure (2008 dan 2009), dan Gervinho (2010 dan 2011).

Wednesday, June 13, 2012

Pirlo: "Azzurri" Masih Butuh Balotelli


AFPGelandang Italia, Andrea Pirlo, dalam sesi latihan, di Krakow, Kamis (7/6/2012).

POZNAN, - Gelandang timnas Italia, Andrea Pirlo, menyatakan Italia masih butuh servis Mario Balotelli. Apapun yang terjadi.

Hal itu diungkapkannya menanggapi sejumlah kritikan yang dialamatkan kepada penyerang Manchester City tersebut seusai laga melawan Spanyol beberapa waktu lalu.

Dalam pertandingan yang berakhir 1-1 itu, Balotelli sempat mencuri bola dari Sergio Ramos pada babak kedua. Namun, ia gagal memanfaatkan peluang emas dengan tinggal berhadapan dengan Casillas. Pasalnya, bola telanjur diserobot lagi oleh Ramos.

Karena kegagalan itu, Balotelli langsung digantikan Antonio Di Natalle yang kemudian mencetak satu gol bagi Italia.

"Menurutku, Balotelli sama sekali tak memberatkan tim. Dia pemain yang dapat melakukan sesuatu dan aku percaya dia masih akan menjadi pemain penting bagi kami," ujar Pirlo.

Italia akan menghadapi pertandingan kedua dalam babak penyisihan Grup C melawan Kroasia, Kamis (14/6/2012). Pelatih, Cesare Prandelli, tidak dapat memastikan apakah Balotelli akan jadi pemain inti atau tidak dalam laga tersebut.

Tuesday, June 12, 2012

Sepeda, Helm Baja, dan Martabat Jerman-Belanda


FifaJohan Cruyff (kiri) dan Franz Beckenbauer (kanan) di Final Piala Dunia 1974.

"Sepak bola adalah perang," - Rinus Michels.

- Ucapan singkat mantan pelatih Belanda, Rinus Michels, itu seakan menggambarkan bahwa sepak bola memang tidak hanya mendatangkan hiburan semata. Terlalu banyak definisi hingga filosofi yang terkadang jauh melewati pola pikir manusia bahwa olahraga itu hanya sebatas permainan biasa di muka bumi ini. Sepak bola bisa menjadi seni, tetapi bisa pula menjadi pertarungan sengit yang berurusan dengan martabat bangsa.

Mau bukti? Lihat saja, perseteruan dua negara adidaya di barat Eropa, yakni Jerman dan Belanda. Bahkan, bagi mereka, sepak bola telah bertransformasi melebihi seni dan permainan olahraga selama 2x45 menit dengan kreativitas tinggi. Sejarah panjang rivalitas yang terus menggelora diantara kedua negara itu, seakan membawa kita seperti menyaksikan tontonan para prajurit perang pada Perang Dunia.

Jika ditarik jauh ke belakang, sejumlah penduduk Belanda, mungkin masih ingat bagaimana kejamnya pimpinan Nazi Jerman, Adolf Hitler membumihanguskan negara mereka dalam pertempuran udara yang lebih dikenal dengan sebutan "Battle of Netherland" pada September 1939. Belum lagi jutaan rakyat Belanda tak berdosa tewas ketika pasukan Schutzstaffel (SS) milik Nazi menduduki negara tersebut pada era 1940-an.

Walhasil, pascapendudukan itu muncullah sentimen Anti-Jerman di kalangan masyarakat Belanda, yang terbangun akibat trauma mendalam kekejaman Nazi pada masa tersebut. Sentimen itu kemudian merambah dalam urusan sepak bola. Pada putaran final Piala Dunia 1974, sejumlah fans Belanda banyak yang memakai kaus bertuliskan "I Want My Bycyle Back" sebagai kata celaan merujuk pada peristiwa itu. Maklum saja, Nazi ketika itu merampas apa saja milik rakyat Belanda, termasuk juga sepeda!

Bahkan, saat menjelang Piala Dunia 2006 silam, kaos oranye dengan slogan provokatif dan replika helm Perang Dunia II laris manis diboyong oleh ribuan suporter Belanda. "Ini sesuatu yang bersifat historis, karena rivalitas selalu terjadi," ucap Florian van Laar, salah satu kreator replika helm tersebut. Karena helm ini pula, asisten pelatih Jerman, Hansi Flick, beberapa waktu lalu mendapat masalah.

Alih-alih berkelakar, Flick justru mendapat masalah besar. Ungkapan bahwa Jerman membutuhkan "helm baja" untuk menahan gempuran pemain lawan, langsung direspons dengan kritik tajam baik oleh masyarakat Belanda maupun publik Jerman sendiri. Ia pun akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Jerman tak mau kalah. Pada laga persabatan 2005 silam, penjual buah di Jerman menyemprot jeruk-jeruk milik mereka dengan cat hitam. Ketika Belanda gagal ke Piala Dunia 2002, fans Jerman pun menulis lagu khusus untuk mencemooh rivalnya tersebut. Paling anyar, terjadi saat publik Bayern Muenchen mencemooh bintangnya sendiri, Arjen Robben pada final Liga Champions musim lalu.

"Beberapa fans kecewa karena Arjen Robben bermain buat Belanda ketimbang berseragam Muenchen," ujar Presiden Bayern, Karl-Heinz Rummingge, yang akhirnya juga meminta maaf atas insiden tersebut.

Warisan "perang"

Sejumlah fakta sejarah itu menunjukan bahwa rivalitas Jerman dan Belanda terukir sejati. Perseteruan di antara mereka seolah jadi warisan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Bahkan, sebagai dua raksasa yang memiliki kultur sepakbola sangat kental, Jerman dan Belanda tentu saja tak khawatir "perang" di antara mereka akan segera usai.

Sejak Johan Cruyff mengangkat Belanda ke jajaran tim elite dunia pada final Piala Dunia 1974, perseteruan historis Jerman-Belanda mulai memanas. Final ini adalah kali pertama kedua negara tersebut bertemu sejak berakhirnya Perang Dunia II. Jerman yang baru menjadi kampiun Eropa dua tahun sebelumnya, memplokamirkan diri sebagai sang "Uber Alles" (Jerman di atas segalanya).

Faktor tuan rumah, dan ambisi untuk mengawinkan dua gelar sekaligus, yakni Piala Eropa dan Piala Dunia membuat kepercayaan diri Jerman meninggi. Di pihak lain, taktik "Total Football" milik Belanda yang diperkenalkan Rinus Michels, telah menyentak dunia. Belum lagi, aksi Cruyff, Johan Neeskens, hingga Van De Kerkoff bersaudara mampu menjadikan Belanda sebagai raksasa Eropa.

Walhasil, lapangan berubah laiknya medan perang. Total Football yang diperagakan Cruyff dan kawan-kawan nyaris tak memberi kesempatan pemain Jerman untuk menyentuh bola. Mereka pun langsung unggul saat pertandingan baru berjalan dua menit lewat gol Neeskens. Namun, takdir berkata lain. Jerman mampu bangkit, dan membalas lewat gol penalti Paul Breitner (menit ke-23) dan Gerd Muller (43).

"Aku tidak peduli dengan skor. 1-0 aku rasa cukup untuk menghancurkan mereka. Aku benci mereka. Mereka membunuh 80 persen keluargaku. Ayahku, saudara perempuan, dan dua saudara laki-lakiku. Setiap kali aku bertemu Jerman, aku selalu dipenuhi kemarahan," sembur salah satu punggawa Belanda, Wim van Hanegem.

Belanda akhirnya mampu membalaskan sakit hati setelah mengempaskan Jerman 2-1 pada semifinal Piala Eropa 1988. Usai laga, Ronald Koeman, bertukar kaus dengan gelandang Jerman, Olaf Thon. Tapi apa yang dilakukannya kemudian? Kaus itu digunakannya untuk membersihkan bagian pantatnya di hadapan sekitar 60 ribu pendukung Jerman yang memadati Stadion Volksparks, Hamburg.

"Tahun 1988 tidak bisa menghapus kenangan kami tentang 1974. Sakit hati kami masih membekas. Saya mengerti apa yang kulakukan setelah pertandingan itu hanya tindakan impulsif yang akan Anda sesali. Tapi bagi saya, hal itu sudah saya lupakan," ujar Koemand.

Tensi kembali memburuk pada putaran kedua Piala Dunia 1990. Merasa dirinya tak pantas mendapat kartu kuning setelah menjatuhkan Rudi Voeller, gelandang Belanda, Frank Rijkaard kemudian menarik rambut Voller. Nyaris baku pukul, wasit Juan Loustau akhirnya mengusir kedua bintang papan atas itu. Selesai? Tidak. Saat menuju kamar ganti, perselisihan kembali terjadi. Bahkan, sejumlah media mengabarkan sempat terjadi adu jotos antara kedua pemain tersebut.

"Itu sepenuhnya kesalahan saya dan tak bisa dibenarkan. Saya selalu menghormati Rudi Voller. Tapi saya menjadi emosi ketika mendapat kartu merah," aku Rijkaard terkait insiden tersebut.

Ini sepak bola

Di Piala Eropa 2012 kali ini, kedua kubu kembali bertemu pada laga kedua penyisihan Grup B, Rabu (13/6/2012). Jika merunut sejarah panjang rivalitas itu, Jerman memang masih layak untuk menyebut dirinya sebagai sang "Uber Alles", karena mampu tiga kali merengkuh trofi itu (1972, 1980, dan 1996). Namun, meski kerap disebut sebagai tim terbaik dunia yang tak pernah merebut juara Eropa, Belanda bukanlah tim yang dapat dipandang sebelah mata.

Apalagi dalam laga kali ini, motivasi tinggi tentu telah merasuki benak pemain Belanda, karena kalah di laga perdana melawan Denmark.  Dengan demikian, tiga poin adalah harga mati bagi tim asuhan Bert van Marwijk tersebut.  Bahkan, oleh sejumlah pihak, Belanda dinilai sedikit sial karena delapan peluang emas dari total 23 usaha, bukanlah statistik yang biasa saat melawan "Tim Dinamit".

"Kami harus mengalahkan Jerman. Saya merasa kami tak pantas kalah dari Denmark. Kami memperlihatkan permainan yang lebih baik dan menciptakan banyak peluang. Sekarang, tidak ada ampun lagi, kami akan buktikan dengan mengalahkan Jerman," ucap van Marwijk.

Jerman pun tak kalah percaya diri. Karena, jika mengacu rekor pertemuan kedua tim dalam tujuh laga terakhir di turnamen resmi, Jerman unggul tipis atas Belanda. "Der Panzer" tiga kali sukses menundukkan Belanda (Piala Dunia 1974, 1990 dan  Piala Eropa 1980), sedangkan "De Oranje" mengoleksi dua kemenangan (Piala Eropa 1988, 1992). Sisanya, kedua tim harus berbagi poin.

"Tak peduli apa pun yang terjadi, ini akan menjadi laga yang sangat berat. Para pemain benar-benar menantikan duel klasik seperti ini dan kami bersemangat tentang laga besok. Ini akan menjadi laga sulit buat kami, tapi saya yakin kami bisa meraih hasil baik," kata gelandang Jerman, Bastian Schweinsteiger.

Memang, dewasa ini sudah jarang ditemui pertarungan di dalam maupun luar lapangan seperti puluhan tahun lalu itu. Sepeda dan helm baja mungkin tidak lagi menjadi sebuah provokasi pendukung Belanda untuk pemain maupun suporter Jerman. Akan tetapi, bagi mereka, setiap laga bukan sekadar soal olahraga semata, tapi akan selalu diingat sebagai tonggak sejarah rivalitas sejati martabat bangsa. Itulah sepak bola bagi Jerman dan Belanda.

"Mengapa kami harus merasa berbeda dengan orang Jerman? Keduanya bagaikan Inggris vs Skotlandia, dengan kami sebagai Inggrisnya," - Bert Vogts  (1967-1978)

Monday, June 11, 2012

Hart Puji Gol Nasri


AFP/FRANCK FIFEKiper Inggris, Joe Hart.

DONETSK, - Kiper Inggris, Joe Hart, menyesal gawangnya kebobolan saat melawan Perancis pada laga Grup D Piala Eropa 2012, hingga timnya akhirnya hanya bermain imbang 1-1. Namun, dia mengakui gol yang dicetak Samir Nasri itu sulit dihadang.

Nasri adalah rekan Hart di Manchester City. Sehingga, dia kenal betul karakternya. Namun, dia tetap sulit menduga bagaimana Nasri melepaskan tendangan ke gawangnya.

"Samir pemain yang cerdas. Saat itu kami sedikit menurun. Itu gol yang bagus bagi mereka. Tapi, selanjutnya kami harus konsentrasi pada permainan bagus kami," jelas Hart.

Inggris sebenarnya sudah unggul lebih dulu lewat gol Joleon Lescott. Namun, Nasri menyamakannya. Dia melepaskan tendangan dari luar kotak penalti dengan keras ke pojok bawah gawang Hart. Selain cepat, bola itu sulit dihalau.

Hart sadar, hasil sering kurang begitu bagus. Maka, ia berharap Inggris mampu meraih kemenangan di dua pertandingan berikutnya melawan Swedia dan Ukraina. Ia yakin, Inggris mampu lolos ke babak berikutnya.

"Anda bisa mempertanyakan apa yang ingin Anda tanyakan tentang tim. Tapi, Anda akan selalu mendapat kepercayaan diri, kebanggaan, dan kualitas. Orang melupakan bahwa kami adalah Inggris dan kami tim yang bagus. Bahkan, pada 25 menit pertama mereka (Perancis) belum siap meladeni permainan kami," katanya. (AP)

 

Sunday, June 10, 2012

Mandzukic: Kemenangan Fantastis


AFP/ FRANCISCO LEONGPenyerang Kroasia, Mario Mandzukic saat merayakan golnya ke gawang Irlandia dalam laga perdana Grup C, Minggu atau Senin (11/6/2012) dini hari WIB. Kroasia memenangi laga itu 3-1.

POZNAN, - Penyerang Kroasia, Mario Mandzukic, mengaku senang dapat mencetak dua gol ke gawang Republik Irlandia dalam laga perdana Grup C di Stadion Municipal, Poznan, Minggu atau Senin (11/6/2012) dinihari WIB. Ia menilai pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Kroasia 3-1 ini adalah laga terbaik sepanjang kariernya.

Mandzukic menaklukkan kiper Shay Given dua kali pada menit ke-3 dan 48. Berkat dua gol yang semuanya ditorehkan dari sundulan itu, bomber VfL Wolfsburg ini pun dinobatkan sebagai man of the match dalam laga tersebut.

"Saya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Ini kemenangan fantastis," ucapnya.

Masih dari Mandzukic, timnya sudah mengira laga itu akan sulit, namun mereka dapat merespons dengan sempurna dan menghasilkan kemenangan yang hebat.

"Saya harus berterima kasih kepada pelatih (Slaven Bilic) lebih dahulu, karena telah memberikan kesempatan hingga saya dapat bermain sangat baik dalam laga itu dan mencetak dua gol. Saya juga ingin berterima kasih kepada rekan-rekan saya yang hebat," katanya lagi.

Berkat kemenangan telak itu, Kroasia memuncaki klasemen sementara Grup C. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Italia, Kamis (14/6/2012), dan juara bertahan Spanyol, Selasa (19/6/2012).

Saturday, June 9, 2012

Messi Hat-trick, Argentina Tundukkan Brasil 4-3


AFPPenyerang Argentina, Lionel Messi, merayakan gol keduanya (dari tiga), ke gawang Brasil, pada laga persahabatan, MetLife Stadium, New Jersey, Sabtu (9/6/2012).

NEW JERSEY, - Penyerang Lionel Messi mencetak tiga gol yang ikut menentukan kemenangan Argentina 4-3 atas Brasil, pada laga persahabatan, di MetLife Stadium, Sabtu (9/6/2012).

Brasil unggul lebih dulu melalui Borges Romulo pada menit ke-23. Ia menaklukkan Sergio Romero dengan tendangan dari tengah kotak penalti, memanfaatkan bola kiriman Neymar.

Messi membawa Argentina menyamakan kedudukan pada menit ke-31. Setelah merebut bola dari Sandro, Gonzalo Higuain mengirim bola kepada Messi. Messi berhasil menguasai bola, masuk jantung pertahanan lawan, dan meloloskan bola ke tengah gawang.

Tiga menit berikutnya, Messi kembali masuk daftar pencetak gol. Kali ini, ia membobol gawang Rafael Barbosa dengan memanfaatkan umpan Angel Di Maria.

Pada menit ke-56, Brasil mendapatkan gol kedua dari Oscar Dos Santos. Setelah menguasai umpan Oscar, Leandro Damiao sempat menahan bola sebelum kemudian mengembalikannya kepada Oscar. Oscar menjangkau bola dan melepaskan yang membuat bola bersarang di gawang Argentina.

Brasil merebut keunggulan 3-2 lewat gol Hulk pada menit ke-72. Sebuah tendangan sudut dari Neymar tidak diantisipasi dengan baik oleh Romero, sehingga bola masuk jangkauan Hulk, yang langsung melesakkannya ke dalam gawang.

Namun, empat menit kemudian, Argentina kembali menyamakan kedudukan, melalui Federico Fernandez. Dengan kepalanya, ia membelokkan bola kiriman Sergio Aguero masuk gawang Brasil.

Messi membawa Argentina unggul 4-3 pada menit ke-85. Setelah menggiring bola masuk kotak penalti dari sektor kiri pertahanan lawan, Messi melepaskan tendangan kaki kiri yang membuat bola bersarang di dalam gawang Rafael.

Sesaat menjelang bubaran, Penyerang Argentina, Ezequiel Lavezzi, dan bek Brasil, Marcelo, berselisih. Wasit memberi keduanya kartu merah.

Susunan pemain
Argentina:
1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 2-Ezequiel Garay, 15-Clemente Juan Rodriguez (21-Hugo Armando Campagnaro 88), 17-Federico Fernandez; 14-Javier Mascherano, 5-Fernando Gago, 8-Jose Ernesto Sosa (18-Pablo Guinazu 61), 7-Angel Di Maria (16- Sergio Aguero 74); 10-Lionel Messi, 9-Gonzalo Higuain (22-Ezequiel Lavezzi 88)

Brasil: 12-Rafael Barbosa; 2-Rafael (21-Danilo 79), 6-Marcelo, 14-Guilherme Juan, 13-Bortolanca Bruno Uvini; 5-Sandro, 10-Oscar Dos Santos (18-Victor Giuliano 59), 8-Borges Romulo (15-Carlos Casemiro 74); 20-Hulk (7-Lucas 83), 11-Neymar, 9-Leandro Damiao (19-Alexandre Pato 68)

Wasit: Jair Marrufo

Friday, June 8, 2012

Szczesny Diusir, Mimpi Tyton Jadi Kenyataan


AFPKiper Polandia, Przemyslaw Tyton, menepis tembakan penalti pemain Yunani, Giorgos Karagounis, pada laga perdana Piala Eropa 2012, di Stadion Nasional Warsawa, Jumat (8/6/2012).

WARSAWA, — Kiper Polandia, Wojciech Szczesny, diganjar kartu merah karena melanggar pemain Yunani, Dimitrios Salpingidis, di kotak penalti, pada menit ke-68 pertandingan perdana Piala Eropa 2012, di Stadion Nasional Warsawa, Jumat (8/6/2012).

Kiper cadangan Przemyslaw Tyton kemudian masuk menggantikan Maciej Rybus untuk mengisi posisi Szczesny. Tyton langsung unjuk gigi dengan mementahkan eksekusi penalti yang dilepaskan Giorgos Karagounis.

Berkat hasil itu, Polandia bisa membawa hasil imbang 1-1. Sementara gol Polandia diciptakan Robert Lewandowski pada menit ke-17, gol Yunani dicetak Salpingidis pada menit ke-51.

"Wojciech dapat kartu merah. Aku merasa seolah-olah bermimpi. Ini adalah kesempatan yang sangat kudambakan, yaitu membantu tim. Aku sangat gembira karena menggagalkan tendangan penalti itu. Syukur kepada Tuhan," ujar Tyton.

"Pertandingan berakhir imbang. Itu bukan hasil yang buruk, tetapi kami punya lebih banyak peluang (mencetak gol) selama laga tadi dan hasil akhirnya bisa saja berubah."

"Kami punya pertandingan (melawan Rusia) pada hari Selasa dan kami harus siap. Seperti aku katakan, kami tak mau berakhir menyedihkan. Tak apa kami mendapat hasil imbang hari ini. Kami hanya harus menang pada laga berikutnya," tuturnya.

Sebelum Polandia kehilangan Szczesny, pemain Yunani, Sokratis Papastathopoulos, menerima kartu kuning kedua, yaitu pada menit ke-44, karena melanggar Rafal Murawski.

Thursday, June 7, 2012

Hart: Soal Rasialisme, Inggris Hormati Wasit dan UEFA


AFPKiper tim nasional Inggris, Joe Hart.

KRAKOW, — Kiper tim nasional Inggris, Joe Hart, mengatakan, tak seorang pun dari timnya akan meninggalkan lapangan jika terjadi pelecehan rasial, di Piala Eropa 2012, kecuali wasit memutuskan begitu.

"Saran kami adalah menerima dan melihat bagaimana wasit dan UEFA menangani masalah itu. Itu bukan wewenang kami. Semoga wasit dan UEFA akan bertanggung jawab penuh, jika masalah itu muncul," ujar Hart.

"Kami berharap tak mengalami masalah apa pun berkaitan dengan (rasialisme). Keputusan ada di tangan wasit. Kami tak boleh melanggar aturan. Jika wasit menilai tepat bagi kami untuk meninggalkan lapangan, kami akan mematuhinya," lanjutnya.

Sejumlah tokoh sepak bola mengingatkan adanya ancaman tindakan rasial di Piala Eropa, setelah sebuah media Inggris melansir rekaman video yang menunjukkan terjadinya insiden rasialisme di sebuah stadion di Ukraina.

Penyerang Italia, Mario Balotelli, menanggapi hal itu dengan mengatakan, dirinya akan meninggalkan lapangan jika terjadi pelecehan rasial. Hal tersebut didukung oleh Pelatih Cesare Prandelli.

Presiden UEFA, Michel Platini, mengingatkan, bahwa meninggalkan lapangan tanpa izin wasit untuk alasan apa pun merupakan pelanggaran dan pelanggar akan mendapatkan kartu kuning.

Wednesday, June 6, 2012

Citta Si Gajah Ramal Polandia Menang


BARTOSZ SIEDLIK / AFPCitta, gajah peramal dari Krakow, Polandia.

GDANSK, - Paul Si Gurita adalah legenda fauna peramal yang sudah tinggal nama. Kini, seekor gajah berusia 33 tahun coba menggantikan rekor impresif Paul. Ia meramalkan Polandia menang di partai pembuka.

Silakan menjabat belalai Citta. Gajah yang menghuni kebun binatang Krakow, Polandia itu ternyata berbakat menjadi cenayang layaknya Paul, si gurita dari Jerman.

Kini, gajah betina dari India itu ditugaskan meramal pertandingan-pertandingan Grup A dimana tuan rumah Polandia berada.

Dari tiga buah melon di atas bendera Polandia, Yunani, dan tanda imbang, Citta memilih melon di atas bendera tuan rumah.

Polandia dan Yunani akan saling berjibaku dalan pertandingan pembuka Euro 2012, Jumat (8/6/2012).

Citta sendiri mendapatkan kesempatan mendemonstrasikan bakatnya setelah menyingkirkan burung nuri dari Kuba dan keledai bernama Black Mary dalam sebuah kompetisi layaknya X-Factor.

"Semuanya terjadi sebelum final Liga Champions antara Chelsea dan Bayern Muenchen. Keledai dan burung nuri memilih pemenangnya Bayern. Hanya si gajah yang memilih Chelsea dan benar. Jadi, kami menganggapnya memiliki kemampuan meramal," sebut Jerzy Pirog, petugas kebun binatang yang berspesialisasi menangani monyet dan burung.

Yang pasti, Citta punya tugas berat mengalahkan rekor Paul. Sang gurita legendaris itu memiliki rekor 12 tebakan benar dari 14 percobaan dalam dua turnamen besar, Piala Dunia 2010 dan Euro 2008. Bahkan, Paul memiliki rekor tebakan seratus persen benar dua tahun lalu.

 

Tuesday, June 5, 2012

Benzema: Perancis Harus Begini di Euro 2012


AFPPenyerang Perancis, Karim Benzema, merayakan salah satu dari dua golnya ke gawang Estonia, pada laga persahabatan, di Le Mans, Selasa (5/6/2012).

LE MANS, — Perancis meraih kemenangan 4-0 atas Estonia pada laga persahabatan, di MMArena, Selasa (5/6/2012). Gol-gol Perancis dicetak Franck Ribery (24), Karim Benzema (37, 47), dan Jeremy Menez (90).

Itu adalah kemenangan ketiga dalam tiga laga terakhir. Benzema mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak berpuas diri karena ujian sebenarnya baru akan dimulai saat menghadapi Inggris pada laga perdana fase grup Piala Eropa 2012, 11 Juni mendatang.

"Hal terpenting adalah menang. Aku merasa bugar dan segar, seperti sebagian besar rekan timku. Mencetak gol selalu terasa sangat menyenangkan," ungkap Benzema.

"Kami harus tetap berkonsentrasi. Kami telah meraih tiga kemenangan dalam laga persahabatan, sekarang kami akan memasuki ujian yang sebenarnya. Kami ada di grup yang bagus dan aku berharap kami bisa terus tampil seperti ini," tuturnya.

Monday, June 4, 2012

Shah Rukh Khan Bakal Ikuti Jejak Abramovich


Daylife/ReutersAktor Bollywood, Shah Rukh Khan, mengangkat trofi Indian Premier League (IPL) dalam konferensi pers di Mumbai, 30 Mei 2012. Tim kriket miliknya, Kolkata Knight Riders, berhasil menjuarai IPL 2012 setelah mengalahkan Chennai Super Kings, 27 Mei lalu.

GOA, — Shah Rukh Khan tampaknya ingin meniru sukses pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Setelah mencapai kesuksesan bersama klub kriket miliknya, Kolkata Knight Riders, yang berhasil memenangi gelar Indian Premier League kelima, pekan lalu, aktor Bollywood ini akan memperluas bisnisnya dalam bidang olahraga dengan berencana membeli saham salah satu klub sepak bola India tertua, Dempo FC.

Seperti dilansir The Hindu, salah satu media di India, Khan dilaporkan telah bertemu dan memulai negosiasi dengan pemilik Dempo, Srinivas Dempo, beberapa pekan lalu. Negosiasi tersebut sampai pada kesepakatan bahwa dirinya bisa menguasai setengah dari total saham Dempo dengan nilai 300 juta rupee dan akan segera diresmikan dalam satu atau dua minggu ke depan.

"Pembicaraan terus berlangsung dan dia telah bertemu dengan manajeman Dempo, termasuk pemiliknya, beberapa waktu lalu, tetapi belum dikonfirmasi. Sesuatu perlu dilakukan sebelum kesepakatan tercapai," ungkap seorang sumber yang dekat dengan klub.

Sisa 50 persen saham lainnya diyakini akan dibeli sejumlah pihak, baik perorangan seperti seorang pemain kriket yang tidak disebutkan namanya maupun sejumlah perusahaan. Dempo disebutkan pula ingin memanfaatkan popularitas klub juara tiga kali berturut-turut Indian League Champions ini.

Sunday, June 3, 2012

Inggris Dilanda Cedera, Blanc Tetap Waspada


AFPPelatih Tim Nasional Perancis, Laurent Blanc.

PARIS, — Perancis tak mau meremehkan Inggris meski tim asuhan Roy Hodgson itu tengah dirundung badai cedera sejumlah pemainnya menjelang Piala Eropa. Pelatih Perancis Laurent Blanc menegaskan, timnya akan tetap mewaspadai "The Three Lions" pada laga perdananya di Grup D, Senin (11/6/2012).

Sejak 23 pemain yang akan dibawa ke Ukraina dan Polandia diumumkan beberapa waktu lalu, Inggris terus mengalami masalah pemain karena cedera. Bahkan, Hodgson harus melakukan pergantian empat dari 23 pemain tersebut.

Inggris lebih dulu kehilangan John Ruddy, Frank Lampard, dan Gareth Barry. Terakhir, salah satu bek andalan, Gary Cahill, pun harus absen dari turnamen itu. Walhasil, Hodgson kemudian memanggil sejumlah pemain muda, seperti Jack Butland, Phil Jagielka, Jordan Henderson, dan Martin Kelly, untuk menggantikan mereka.

"Inggris memang akan datang tanpa kehadiran Lampard dan Barry, tetapi mereka tidak perlu khawatir karena mempunyai cukup banyak pemain bagus untuk menutup absennya mereka," ujar Blanc seperti dilansir Skysport.

"Setiap tim nasional pasti memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Kami pun mempunyai pemain yang cedera. Tetapi, seperti apa pun Inggris nanti, kami tahu (laga) itu akan sulit dan mereka pun tahu ini akan menyulitkannya juga," ujarnya.

Saturday, June 2, 2012

Messi Bawa Argentina Lumat Ekuador


AFPPenyerang Argentina, Lionel Messi (kiri), membobol gawang Ekuador, pada laga kualifikasi Piala Dunia 2014, di Stadion Monumental, Buenos Aires, Sabtu (2/6/2012).

BUENOS AIRES, — Argentina berhasil melumat Ekuador 4-0 dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Conmebol, Sabtu (2/6/2012). Kemenangan ini tidak terlepas dari penampilan impresif Lionel Messi yang mencetak satu gol dan sebuah assist.  

Kedua tim bermain dalam tempo tinggi sejak laga dimulai. Namun, Argentina yang bermain di depan publiknya sendiri mampu unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Sergio Aguero pada menit ke-20. Gol bermula dari kerja  sama satu-dua yang apik antara Lionel Messi dan Angel Di Maria. Di Maria kemudian melepaskan umpan terobosan ke dalam kotak penalti. Aguero dengan cekatan menguasai bola dan melakukan sepakan keras yang membuat bola bersarang ke pojok kanan bawah Ekuador.

Pada menit ke-30, giliran Higuain berhasil melumpuhkan kiper Ekuador, Alexander Carabali. Dalam kawalan ketat dua pemain lawan, Messi berhasil menyodorkan bola ke Higuain. Tanpa basi-basi, Higuain melepaskan tembakan keras dan gol.

Setelah menciptakan assist, Messi berhasil mencetak gol dua menit kemudian. Dengan kecepatannya, Messi memimpin serangan balik Argentina. Penyerang Barcelona tersebut kemudian mengirim bola kepada Higuain. Tak mau egois, Higuain mengembalikan bola kepada Messi. Messi melakukan sepakan keras yang membuat bola bersarang ke tengah gawang. Argentina pun sementara unggul 3-0 pada babak pertama.

Selepas turun minum, "La Albiceleste" terlihat kesulitan mengembangkan permainannya. Ekuador tampil lebih menyerang.

Meski begitu, Argentina sempat menyelipkan ancaman mematikan seperti aksi Messi pada menit ke-62. Messi berhasil menembus kotak penalti dan melepaskan tembakan keras. Sayang, tembakan Messi masih bisa dimentahkan Carabali.

Argentina pun akhirnya kembali berhasil membobol gawang Ekuador lewat aksi Di Maria pada menit ke-75. Umpan matang dari Sosa berhasil disambut Higuain dengan sepakan keras dan gol. Gol itu memeteriakan kemenangan Argentina dengan skor 4-0.  

Susunan pemain
Argentina:
1-Sergio Germán Romero; 2-Ezequiel Garay, 15-Clemente Rodríguez, 17-Federico Fernandez, 4-Pablo Javier Zabaleta; 14-Javier Mascherano, 5-Fernando Gago, 7-Ángel Di María (Maxi Lopez 82); 16-Sergio Agüero (Jose Sosa 60), 10-Lionel Messi, 9-Gonzalo Higuaín (Lavezzi 73).

Ekuador: 22-Alexander Domínguez Carabali, 2-Jorge Guagua, 10-Walter Ayovi, 23-Jairo Campos, 21-Gabriel Achilier; 19-Luis Saritama,16-Antonio Valencia, 15-Pedro Angel Quiñónez, 6-Cristian Fernando Noboa; 13-Cristian Suárez, 11-Cristian Benitez.

Friday, June 1, 2012

Inilah Pemain Bebas Transfer Premier League


DaylifeKiper Manuel Almunia.

LONDON, — Berikut ini adalah para pemain Premier League yang habis masa kontraknya atau tidak memperpanjang kontrak sehingga berstatus bebas transfer, seperti dilansir The Telegraph.

Arsenal
    Manuel Almunia
    George Brislen-Hall
    Gavin Andrew Hoyte
    Sean McDermott
    Rhys Philip Elliot Murphy

Aston Villa
    Reece Caira
    Jimenez Carlos Javier Cuellar
    Bradley Edwin Guzan
    Emile William Ivanhoe Heskey
    Ebby Nelson-Addy
    Connor Taylor
    Charles Patrick Ward

Blackburn Rovers
    George Aley Zachery
    Herold Goulon
    Vincenzo Grella
    James John Knowles
    Fernandez Miguel Angel Salgado

Bolton Wanderers
    Rhys Gordon Bennett
    Robert James Blake
    Mark Gerard Connolly
    Sean Davis
    Thomas Scott Eckersley
    Dino Fazlic
    Ricardo Gardner
    Juusi AlbertJaaskelainen
    Ivan Klasnic
    Zatyiah Knight
    Temitope Obadeyi
    Paul Peter Robinson
    Gretar Rafn Steinsson

Chelsea
    Jose Bosingwa
    Didier Drogba
    Salomon Kalou
    Marko Mitrovic
    Rhys Francis Taylor

Everton
    Adam Rhys Davies
    Marcus Stephen Hahnemann
    James McFadden
    Aristote Nsiala
    Femi Kenny Orenuga
    Connor Stuart Roberts

Fulham
    Richard Michael Barroilhet
    Jonathan Graham Cosgrove
    Zdenek Grygera
    Courtney Harris
    Andrew Johnson
    Daniel Ben Murphy
    Pavel Viktorovich Pogrebnyak
    Bjorn Helge Semundseth Riise

Liverpool
    David Oluwaseun Segun Amoo
    Fabio Aurelio
    Stephen Darby
    Kristjan Gauti Emilsson
    Mendy Emmanuel Henry Gomis
    Matthew Lawrence McGiveron
    Michael James Roberts

Manchester City
    Gai Assulin
    Ahmed Benali
    Owen Hargreaves
    Andreas Mancini
    Gunnar Nielsen
    Stuart James Taylor
    Sean Tse Ka-Keung

Manchester United
    Tomasz Kuszczak
    Michael James Owen

Newcastle United

    Samuel Adjei
    Philip Airey
    Ryan Mark Donaldson
    Stephen Folan
    Danny Sean Guthrie
    Jeffrey Henderson
    Tamas Kadar
    Peter Rosenkrands Lovenkrands
    Greg McDermott
    Patrick Nime Nzuzi
    Alan Smith

Norwich City
    Matthew Ball
    Joshua George Dawkin
    Zak Benjamin Whitbread
    Aaron Thomas Wilbraham

Queens Park Rangers
    Patrick Agyemang
    Gary Ian Borrowdale
    Akos Buzsaky
    Radek Cerny
    Lee Cook
    Daniel Leon Gabbidon
    Fitz Hall
    Clinton Scott Hill
    Luke Stephen Olley
    Peter Iain Ramage
    Daniel Olusola Shittu
    Rowan Lewis Vine

Stoke City

    Andrew John Davies
    Salif Diao
    Ricardo Dwayne Fuller
    Louis Elliot Moult
    Thomas James Soares

Sunderland

    Liam Bagnall
    Trevor Carson
    Jordan Alan Cook
    Brett Elliott
    Craig Gordon
    Lewis Andrew John King
    Oumare Tounkara

Swansea City

    Ferrie Bodde
    Jordan Andrew Smith
    Casey Elliot Thomas
    Joseph Kevin Walsh

Tottenham Hotspur

    Ben Robert Alnwick
    Oscar Jansson
    Ledley Brenton King
    Jesse Waller Lassen
    Ryan William Nelsen
    Kudus Oyenuga
    Mirko Ranieri
    Louis Laurent Saha

West Bromwich Albion

    Keith Joseph Andrews
    Paul Downing
    James Michael Edge
    Lateef Elford-Alliyu
    Marton Fulop
    Joseph William Mattock
    Paul Josef Herbert Scharner
    Nicholas Shorey
    Somen Tchoyi

Wigan Athletic

    Jonathan William Breeze
    Mohamed Diame
    Michael Girvan
    Steve Gohouri
    Christopher Edmund Kirkland
    Sean Francis Myler
    Michael Francis Pollitt
    Jordan Daniel Robinson
    Martinez Hugo Rodallega
    Jordan Rugg
    Suazo Hendry Bernardo Thomas

Wolverhampton Wanderers

    Jody Darryl Craddock
    Louis David Harris
    Ashley Josiah Hemmings
    James Michael Kenneth Tony Spray