AFP/PAUL ELLISPara pemain Manchester City saat latihan.
WINA, — Juara Premier League, Manchester City, kini menjalani latihan pramusim di pegunungan Tyrolean, Austria. City memilih tempat itu karena ketenangan dan jauh dari keramaian. Sampai-sampai, City juga meminta gereja bersejarah di daerah itu tidak membunyikan loncengnya agar para pemain City bisa tidur nyenyak.
"Mereka (City) mencoba meminta agar lonceng gereja hanya dibunyikan pada pukul 08.00 sampai 10.00 pagi, tetapi tak disetujui," kata pejabat lokal di Desa Seefeld, dekat Innsbruck.
Gereja itu sudah berdiri sejak abad ke-13. Sejak itu pula lonceng dibunyikan pada saat-saat yang sudah ditentukan dengan teratur, dan pihak gereja tak mau mengubah jadwal loncengnya.
City berada di daerah itu selama 12 hari. Selain pemain juga ada 10 ofisial dan tentu Manajer Roberto Mancini. Mereka benar-benar eksklusif dan tak mau diganggu siapa pun, bahkan semua fasilitas harus sesuai dengan keinginan mereka.
Hotel Klosterbraeu, tempat para pemain City menginap, juga sempat kerepotan memenuhi standar pelayanan untuk City. Mereka harus mendatangkan kasur dari Roma sesuai permintaan. Satu kasur harganya 1.000 euro (sekitar Rp 11,5 juta). Sementara itu, Yaya Toure harus diberi kasur khusus, mengingat tingginya 1,91 meter.
Bahkan, City membawa para ahli masak sendiri dari Italia. Para pemain tak boleh makan saus, kecap, dan keju. Meja makan harus ditata rapi sesuai standar VIP.
Setiap hari, para pemain memiliki tiga sesi latihan. Setelah itu, mereka memiliki waktu bebas sampai pukul 21.00. (REUTERS)
No comments:
Post a Comment